بسم الله الرحمن الرحيم
Manusia hidup di dunia, mempunyai tiga potensi, yaitu akal, nafsu dan perasaan. Ketiga potensi tersebut dapat menentukan keberhasilan manusia dalam mengemban fungsi dan menjalankan tugas maupun kewajibannya. Tetapi, kegita potensi tersebut juga dapat menjadi penyebab hancur dan rusaknya manusia.
Dengan akalnya, manusia dapat membuat rencana, mengontrol, meningkatkan, melaksanakan, mengembangkan, suatu usahanya. Demikian juga dengan potensi nafsu, manusia berkemauan untuk kehidupan yang semakin baik. Sementara dengan potensi perasaan, manusia dapat membangun hubungan kebersamaan, penuh dengan kasih sayang, dan lainnya. Namun bila akal, nafsu, dan perasaan menjadi penguasa tunggal, maka ia akan hancur rusak, sombong, jahat, putus asa, dan bahkan bunuh diripun dapat menjadi akhir hidupnya.
Yang dapat mengendalikan nafsu, menyadarkan akal, dan menetralisir perasaan yaitu iman. Dengan iman yang kuat, maka seseorang akan qana'ah (perasaan yang cukup dengan apa yang ada), tawadhu' (rendah hati), selalu tabah dan sabar dalam menghadapi segala cobaan. Orang-orang yang demikian akan diridhai, diberkahi, dan dirahmati oleh Allah SWT dalam hidupnya. Segala sesuatu akan bergerak sesuai dengan fitrah-Nya. Kehidupan akan menjadi sangat baik, efektif dan efisien karena manusia menjalani kehidupan sesuai dengan peraturan dan perntah-Nya. Peraturan yang telah dibuat oleh Allah adalah untuk kebaikan kita. Semua yang diatur oleh Islam, mulai dari masalah makan, minum, tidur, beribadah, dan lain sebagainya adalah untuk kebaikan kita.
***
Sumber: lembar risalah khutbah jum'at An Natijah 16 Juli 2010,
dengan penambahan.




3 comments:
assalamu'alaykum...
nice artikel...
@Anonymous: Wa'alaykumsalam. Thanks for comment.
terima kasih untuk ilmunya..
Post a Comment